
Dalam hasil rangkuman diskusi penyidik di lantai 10 Bareskrim, terungkap sejumlah fakta penting. Adellia yang kini bekerja di hotel lain milik seorang pengusaha bernama Dayat, melaporkan adanya belasan invoice yang disebut-sebut dibebankan kepada Helliyana. Invoice tersebut terdiri dari 11 invoice Rumah Omah, 2 invoice LPMP, 1 invoice MUI Belitung, serta masing-masing 1 invoice atas nama Sukirman (1 malam) dan Nanik (2 malam).
Helliyana dalam keterangannya menegaskan, sebagian invoice memang diakuinya, namun ada juga yang tidak pernah diketahui ataupun disetujui. Ia menyatakan bahwa seluruh kegiatan di Hotel Urbanview adalah pesanan pribadi, bukan atas nama partai politik, meski ada beberapa invoice yang tercatat atas nama partai.
Adellia mengaku merasa dirugikan karena harus menanggung hutang akibat invoice tersebut. Namun, penyidik mencatat bahwa tidak pernah ada penagihan resmi (somasi) yang dilayangkan kepada Helliyana. Pelapor justru langsung membuat laporan polisi.
Tercatat pula adanya selisih pembayaran sekitar Rp4 juta, yang meliputi biaya kamar hotel selama 2 malam sebesar Rp500 ribu, kegiatan “Galau Dinner” di Mualaf Center, dan makan malam di sebuah kafe sekitar Rp1 juta. Sejumlah tagihan sejak 2023–2024 juga disebut sudah pernah dibayar, namun kembali ditagihkan oleh pelapor.
Terkait keabsahan invoice, penyidik menekankan bahwa jika benar ada dokumen yang tidak pernah disetujui terlapor, maka invoice tersebut tidak menimbulkan kewajiban pembayaran. Bahkan, apabila terbukti ada invoice palsu, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat sesuai Pasal 263 KUHP.
Secara hukum perdata, semestinya persoalan ini ditempuh lewat mekanisme penagihan resmi terlebih dahulu. Fakta bahwa pelapor langsung melapor ke polisi dinilai cacat prosedur dan berpotensi menimbulkan tuduhan pencemaran nama baikMenanggapi kasus ini, tokoh masyarakat H. Safi’i mengingatkan semua pihak agar bijak dalam menggunakan hukum.
“Jangan main-main dengan hukum, jangan mendzolimi. Jangan demi kekuasaan segala macam cara dilakukan. Kasihan masyarakat Bangka Belitung yang berharap pada pemimpinnya untuk kesejahteraan, ketenangan, dan ketenteraman,” tegasnya.
Editer : Ansori Team investigasi Targetsnipers.com/Bangka Belitung/A2s/jumat/26/09/2025








